Kenali Perbedaan Bintik Merah Salah Satu Tanda Demam Berdarah

Demam berdarah adalah salah satu penyakit yang sering muncul pada saat musim penghujan yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti maupun nyamuk aedes albopictus membuat penyakit ini menjadi momok bagi orang-orang yang mengalami maupuan orang lain di sekitar lingkungan tersebut. Bahkan Demam berdarah pernah beberapa kali ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB), dan juga telah menjadi wabah sejak tahun 1986.

Dalam proses seseorang mengalami demam berdarah, tentunya memiliki sebuah gejala atau tanda-tanda yang bisa mengindikasikannya.  Salah satu pertanda seseorang tersebut terkena demam berdarah adalah seseorang tersebut mengalami panas naik turun dengan trombosit yang tidak stabil yang terjadi dalam Fase demam Berdarah Pelana Kuda

Selain hal tersebut,  tanda lain yang sudah populer manjadi perbincangan yaitu adanya tanda bintik merah pada tubuh.  Namun saat Bintik merah tidak lagi menjadi patokan secara pasti, karena bintik merah saat ini tidak selalu dibawa / tidak selalu ada dalam gejala demam berdarah. 

Walaupun sudah tidak menjadi tanda yang selalu ada pada demam berdarah, bintik merah yang kadang terjadi tersebut juga wajib kita mengetahuinya, agar bisa membedakan mana bintik merah demam berdarah atau bintik merah yang bukan demam berdarah seperti bintik merah pada penyakit campak.



Cara Membedakan Bintik Merah Demam Berdarah

Dari keterangan medis yang didapat dari dokter atau yang berpengalaman di bidangnya, biasanya Bintik Merah demam berdarah yang merupakan tanda dari pecahnya pembuluh darah kerap terjadi pada daerah muka leher dan dada dan akan berangsur mengilang mulai dari hari ke 4, ke 5 dan akan menghilang setelah pada hari ke 6. Dan untuk lebih memastikannya lagi, bintik merah demam berdarah selalu disertai panas yang tinggi secara mendadak.

Bintik merah juga bisa diikuti oleh keadaan syok, bila pasien memasuki masa atau fase kritis yang tidak terkendali  (DSS=Dangeus Shock Syndrom) karena terjadi perdarahan dan kebocoran cairan dari pembuluh darah yang masif, menyebabkan kolaps sirkulasi dar akibat trombosit yang turun.

Keadaah DSS itulah yang sering menyebabkan banyaknya pasien demam berdarah menginggal dunia. Namun kedaan tersebut dapat dihindari dengan penanganan yang tepat dengan mengamati gejala yang ada, dan tidak lupa periksakan darah di laboratorium setelah mengalami panas 3 hari berturut turut untuk memastikan apakah itu demam berdarah atau bukan. Biasanya cek laboratorium untuk mengetahui jumlah trombosit pada darah seseorang untuk memastikan keakurasian terhadap diagnosa penyakit demam berdarah.

Nah, itulah tanda bintik merah sebagai gejala penyakit demam berdarah. Hal tersebut akan terlihat berbeda jika dibandingkan dengan penyakit campak yang juga sama menimbulkan tanda bintik merah. Pada penyakit campak, Bintik merah atau raum merah biasanya terjadi pada hari ke tiga dan kan terus bertahan dan bertambah banyak hingga hari ke 7. Lalu kemudian raum merah akan berubah menjadi hitam dan bertahan hingga berminggu-minggu

Cegah dan Pertolongan Pertama Untuk Demam berdarah.
Selain kewajiban kita mengetahui gejala-gejala demam berdarah, kita juga harus juga bisa mengantisipasi atau mencegah terjadinya demam berdarah, bahkan pertolongan yang perlu kita lakukan jika terpaksa harus terkena penyakit demam berdarah tersebut.

Demam berdarah yang diakibatkan oleh nyamuk yang berkeliaran di dalam ruangan (Aedes Aegipty) dan nyamuk yang berada di luar ruangan atau nyamuk kebon (Aedes Albopictus) sering berkembang biak dengan menguunakan media air yang menggenang. Jadi sebaiknya kita memutus perkembang biakan nyamuk tersebut untuk mecegah terjadinya penyakit demam berdarah.

Seperti yang sudah dicanangkan oleh pemerintah, langkah pencegahan tersebut bisa dilakukan dengan melakukan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) atau 3M plus yaitu

  • Membersihkan atau menguras air yang menggenang di tempat yang disukai nyamuk tersebut seperti bak mandi, menguras penampung air pada lemari es, bak mandi dan sejenisnya.
  • Menutup rapat-rapat penampungan air seperti menutup drum, kendi dansejenisnya.
  • Jika memungkinkan mendaur ulang tempat-tempat yang memiliki potensi untuk menjadi sarang nyamuk demam berdarah tersebut.


dan 3 M Plus lainnya adalah sumua hal lain dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya demam berdarah seperti:

  • Menaburkan bubuk Abate atau bubuk larvasida lainnya pada penampungan air yang sulit dibersihkan
  • Mengunakan obat nyamuk ataupun anti nyamuk pada saat tidur atau saat-saat dimana dapat beresiko tersengat nyamuk
  • Menggunakan juga kelambu saat tidur
  • Memelihara ikan pemangsa jentik-jentik nyamuk 
  • Menanam tanaman yang dapat mengusir nyamuk
  • Mengatur ventilasi dan cahaya dalam rumah
  • Menghindari kebiasaan menggantung pakaian yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk di rumah
  • Menggunakan baju lengan panjang disaat yang tepat.
  • dan M yang lainnya.
Selain dengan Gerakan PSN dan 3M plus, saat ini juga telah disarankan juga untuk melakukan pencegahan atau meminimalkan resiko terkena demam berdarah dengan melakukan Vaksinasi Dangue khusunya untuk anak-anak.

Namun jika terpaksa kita terkena atau mengalami hejala demam berdarah lakukan tindakan pertolongan pertama seperti 
  • Minum sebanyak mungkin untuk menanggulangi dehidrasi yang diakibatkan dari muntah atau demam yang tinggi
  • Minumlah obat penurun panas atau penghilang rasa sakit, seperti paracetamol atau sejenisnya.
  • Kompres untuk menurunkan panas
  • Periksa ke dokter dan cek laboratorium jika panas bertambah tinggi atau pada hari ke 3 atau sesudahnya.
  • Jika memerlukan tindakan lanjutan, silahkan bawa ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan lanjutan.

Popular posts from this blog

Jadwal Praktek Dokter RS Hermina Tangkubanprahu Malang

Update 2019! Jadwal Praktek Dokter RS Hermina Palembang-Bag. 1

Jadwal Praktek Dokter RS Persada Malang