Ciri Perbedaan Nyamuk Aedes aegypti dan Albopictus (nyamuk Kebon) Penyebab Penyakit Demam Berdarah (DB)

Nyamuk Aedes aegypti dan Albopictus- Dimana ada asap pastilah ada api yang menyebabkannya. Itulah sebab akibat yang bisa terjadi pada sebuah penyakit. 

Penyakit demam berdarah yang sering terjadi di daerah tropis seperti Indonesia ini, hal itu ada dan disebabkan karena seekor nyamuk aedes aegypti atau aedes Albopictus menggigit tubuh tanpa kita sadari.

Karena aedes aegypti atau aedes Albopictus adalah seekor nyamuk yang biasa ada disekitar kita yang juga berbaur dengan nyamuk lain, sehingga kita juga harus teliti dan wajib mengetahui ciri-ciri dari nyamuk tersebut.

Dengan mengetahui ciri-ciri dan kebiasaan nyamuk tersebut, sedikit banyak kita dapat mencegah terjadinya penyakit demam berdarah yang bisa saja mneyerang tubuh kita tanpa kita sadari.

Ciri-Ciri Nyamuk Penyebab Demam Berdarah 

1. Nyamuk Aedes Aegypti





Nyamuk Aedes Aegypti merupakan nyamuk penyebab demam berdarah yang menyebarkan virus DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4 sebagai vektor utama. Namun Nyamuk ini juga adalah penyebab penyakit lain seperti Demam Kuning, Chikungunya dan viru Zika.

Untuk nyamuk Aedes aegypti yang paling aktif adalah nyamuk yang betina, karena nyamuk betina dalam membutuhkan darah untuk memperoleh asupan protein yang diperlukannya untuk memproduksi telur sebagai cara perkembangbiakannya. Sedangkan nyamuk jantan tidak membutuhkan darah. Nyamuk jantan memperoleh energi dari nektar bunga ataupun tumbuhan.

Untuk mengetahui secara fisik jenis nyamuk ini, kita dapat melihat dari corak warna pada pada tubuhnya. Tubuh nyamuk ini memiliki tubuh yang kecil dengan corak warna hitam dengan belang putih diseluruh tubuh dan lebih spesifiknya adalah kepala kecapi berbentuk dengan dua garis lengkung dan dua garis lurus putih

Nyamuk Aedes aegypti memiliki kemampuan terbang hingga mencapai 100 meter. Dan biasanya menularkan penyakit pada pagi dan sore hari yaitu dua jam setelah matahari terbit dan beberapa jam sebelum matahari terbenam.

Nyamuk Aedes aegypti lebih sering didengar sebagai penyebab demam berdarah karena nyamuk tersebut lebih suka berada di dalam ruangan. Dan Suka berkembang biak di tempat-tempat penampungan air buatan seperti  bak mandi, ember, vas bunga, tempat minum burung, kaleng bekas, tenpayan dan tempat-tempat sejenis lainnya.

Sering kita dengar demam berdarah pada anak juga dapat terjadi pada waktu jam sekolah, karena anak-anak cenderung duduk di dalam kelas pada pagi hingga siang hari dan kaki mereka  menjadi sasaran empuk nyamuk jenis ini karena kabiasaan yang tersembunyi di bawah meja.

Nyamuk Aedes Aegypti memiliki klasifikasi sebagai berikut:
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Diptera
Famili: Culicidae
Genus: Aedes
Subgenus: Stegomyia
Spesies: A. aegypti

2. Nyamuk Aedes Albopictus


Nyamuk Aedes Albopictus sering disebut juga nyamuk kebon. Nyamuk tersebut juga merupakan penyebab Penyakit demam berdarah yang menyebarkan virus DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4 sebagai vektor sekunder. 

Secara kasat mata kita dapat mengamati nyamuk ini dengan dengan corak warna hitam dengan belang putih diseluruh tubuh dan lebih spesifiknya adalah kepala kecapi berbentuk dengan satu garis lengkung dan satu garis lurus putih atau memiliki  satu garis putih di mesonotum .

Nyamuk Aedea Albopictus memiliki kemampuan terbang dari 400 meter hingga 600 meter dengan habitatnya berada di luar ruangan tataupun hutan berpohon rimbun (sylvan areas). Bisanya Nyamuk tersebut lebih senang menyerang pada waktu siang hari.

Perkembangbiaknnya sering terjadi pada tempat penampungan air alami di luar rumah, (ketiak daun, lubang pohon, dan potongan bambu).

Untuk jenis ini biasanya sering menyerang pada orang yang berada di daerah pedesaan maupun dengan lingkungan perkebunan. Juga tidak memungkinkan dapat menyerang diperkotaan maupun prosentasenya kecil dibandingakan dengan daerah pedesaan atau perkebunan.

Nyamuk Aedes Albopictus memiliki klasifikasi sebagai berikut:
Kingdom: Animalia
Phylum: Arthropoda
Class: Insecta
Order: Diptera
Family: Culicidae
Genus: Aedes
Species: A. albopictus

Perbedaan Nyamuk Aedes Aegypti dan Albopictus

Sebagai nyamuk penyebab demam berdarah kedua nyamuk tersebut memang berasal dari famili yang sama, dan juga memiliki beberapa sifat yang sama yaitu anthropofilik (lebih memilih untuk menghisap darah manusia) serta bersifat multiple feeding (untuk memenuhi kebutuhan darah sampai kenyang biasanya nyamuk ini bisa menghisap darah beberapa kali).

Walaupun memiliki persamaan tersebut, ternyata namuk-nyamuk tersebut memiliki perbedaan. Melihat dari ciri-ciri di atas dapat dirangkum beberapa perbedaan yang didapat yaitu:

Dari habitatnya: Nyamuk albopictus sesuai nama terkenalnya nyamuk kebon lebih senang berada di tempat terbuka di luar ruangan yang teduh dan terhindar dari angin, sedangkan aegypti berada di dalam ruangan, seperti di rumah.

Dari Segi fisik: dan jika kita amati menggunakan mikroskop aegypti memiliki gambar garis seperti kepala kecapi berbentuk dengan dua garis lengkung dan dua garis lurus putih. Sedangkan untuk Nyamuk albopictus hanya memiliki satu garis putih di mesonotum tersebut.

Dari Kebiasaanya dan kemampuannya: Nyamuk aegypti yang lebih dominan oleh jenis betina, memiliki kebiasaan aktif pada pagi antara pukul 08.00 - 12.00 dan sore hari, pukul 15.00 - 17.00, atau saat dua jam setelah matahari terbit dan beberapa jam sebelum matahari terbenam. Dan untuk kemampuan  terbangnya dapat mencapai higga 100 meter, Sedangkan albopictus aktif menggigit pada siang hari. atau nyamuk kebon lebih aktif dari pada nyamuk Aedea Aegypti dan dapat terbang 400 meter hingga 600 meter.

Dari kedua nyamuk tersebut, memiliki kesamaan dalam gerak jentik di dalam air. Namun dapat dibedakan dengan jentik nyamuk yang bukan penyebab demam berdarah. Untuk kedua jenis nyamuk demam berdarah ini, biasanya bergerak aktif dari bawah ke atas permukaan air secara berulang-ulang.


Cegah Nyamuk demam Berdarah
Dari ciri dan perbedaan yang telah kita ketahui, ada baiknya kita melakukan tindakan preventif untuk mengindari terjadinya penyakit demam berdarah pada kita.

Inilah beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk mencegah berkembangnya nyamuk esdes aegypti dan nyamuk aedes albopictus, yang juga secara otomatis dapat mencegah terjadinya penyakit  demam berdarah.

1. Seperti yang sudah menjadi iklan masyarakat pada umumnya yaitu lakukan 3 M Plus yaitu dengan menutup, menguras, mengubur, dan mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah
2. Gunakanlah baju lengan panjang, celana panjang, kaus kaki, dan sepatu di waktu-waktu aktif persebaran nyamuk demam berdarah.
3. Gunakanlah lotion anti nyamuk untuk menghindari gigitan nyamuk.
4. Gunakan kelambu pada tempat tidur atau kereta bayi agar Anda dan keluarga terlindungi dari gigitan nyamuk saat tidur.
5. Lipat pakaian/ kain yang bergantungan dalam kamar agar nyamuk tidak hinggap di situ
6. Untuk tempat-tempat yang tidak mungkin atau sulit untuk dikuras, taburkanlah serbuk ABATE kedalam genangan air tersebut guna membunuh jentik-jentik nyamuk (Untuk 10 liter air cukup dengan 1 gr serbuk Abate )

Selain gerakan di atas sebagai cara pemberantasan sarang nyamuk dan dan pencegahan dengan program 3MPlus, saat ini juga sudah disarankan untuk melakukan vaksinasi Dengue sebagai cara pencegahan atau tindakan mengurangi resiko terjangkitnya demam berdarah dikemudian hari.

Popular posts from this blog

Jadwal Praktek Dokter RS Hermina Tangkubanprahu Malang

Update 2019! Jadwal Praktek Dokter RS Hermina Palembang-Bag. 1

Jadwal Praktek Dokter RS Persada Malang