Inilah yang Membedakan Demam Berdarah Anak dengan Dewasa.

Pada musim penghujan atau seperti saat ini adalah salah satu masa dimana sering terjadi atau sangat mudahnya penyakit demam berdarah menghampiri. Apa lagi di Indonesia adalah negara tropis yang merupakan tempat dimana sebagai habitat nyamuk demam berarah tersebut berada sehingga sangat mudah penyakit ini menyerang masyarakat yang berada di sekitarnya.

Pada banyak kesempatan, penyakit ini bisa menyerang siapa saja tidak memandang pria atau wanita, baik anak ataupun dewasa. Namun dari kebanyakan kasus demam berdarah ini sering rentan menyerang pada anak.


Demam berdarah merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti atau albopictus dapat mempengaruhi imum tubuh, sistem hati dan juga sistem pembuluh darah. Nyamuk tersebut dapat dengan mudah menularkan virusnya dengan cara menggigit tubuh orang yang berada di sekitarnya. Maka dari itu, bisa saja dalam satu keluarga dapat terkena demam berdarah secara bersamaan atau hanya selisih beberapa hari dari penderita sebelumnya, karena disebabkan dari gigitan nyamuk yang sama menggigit beberapa orang dalam satu keluarga tersebut.

Demam Berdarah pada Dewasa dan Anak Sama (Hampir)

Demam berdarah dalam gejala dan prosesnya atau fase demam berdarahnya pada dasarnya untuk yang terjadi pada anak dan dewasa adalah hampir sama. Tiga Fase yang dialami dari fase Demam, Fase Kritis dan Fase pemulihan akan dialami oleh setiap orang.

Dalam fase demam, orang dapat mengalami panas hingga 39 bahkan sampai 40 derajat celsius secara mendadak. Panas atau demam yang ditimbulkan merupakan pertanda bahwa inum kita sedang diserang dan melawan  virus (Den-1, DEN-2, DEN- atau DEN-4) yang disebabkan oleh nyamuk demam berdarah tadi.

Juga dalam masa demam ini juga dapat disertai dengan tanda lain seperti nyeri otot, sakit kepala, mual dan muntah, serta rasa sakit di belakang mata yang dapat terjadi selama 2 sampai 7 hari.

Demam pun dapat mengalami naik dan turun. Saat seseorang masih demam atau bahkan saat turun (dingin) mulai hari ke 3 bisa menjadi kewaspadaan bahwa seseorang tersebut akan melewati masa kritis.

Dalam masa ini sesorang harus mendapat penangana khusus, karena dalam kesempatan tertentu seseorang bisa saja terjadi Syok atau DSS (Dangeu Shock Syndrome) yang merupakan sebuah kebocoran plasma darah akibat plasma darah keluar dari saluran pembuluh darah karena celah pada sel endotel terus membesar dan menimbulkan  sakit perut parah, mimisan, muntah terus-menerus.

Jika seseorang bisa melewati fase kritis tersebut, tentunya dengan penanganan yang tepat. seseorang akan memasuki fase pemulihan dengan menunjukan gejala demam yang mulai naik lagi. Namun kondisi demam tersebut tidak perlu dikhawatirkan, karena sistem inin sedang bekerja melakukan penyembuhan kembali dan berangsur akan normal.

Ciri Khas Demam Berdarah Pada Anak

Demam berdarah pada anak memiliki ciri yang hampir sama dengan dewasa, seperti beberapa gejala berikut.
  • Tiba-tiba anak mengalami demam tinggi mencapai 39 atau 40 derajat Celcius atau lebih. Demam bisa terjadi selama 1-7 hari dan kemudian mulai menurun.
  • Ruam atau bintik-bintik merah pada kulit
  • Nyeri pada otot, sendi, dan tulang. Nyeri ini biasanya mulai terasa setelah demam muncul.
  • Nyeri pada belakang mata
  • Pusing
  • Kelelahan pasca anak sembuh dari DBD.
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mimisan atau perdarahan ringan pada gusi
  • Kulit anak mudah memar
bahkan bisa saja terjadi hal yang lebih buruk pada masa-masa kritis:
  • Perdarahan yang lebih berat
  • Menimbulkanm asalah pada pencernaan, seperti nyeri di perut, mual, atau muntah.
  • Masalah pernapasan, seperti kesulitan bernapas
Namun ciri khas Demam Berdarah pada anak yang sering membedakan dengan orang dewasa adalah anak lebih rentan mengalami dehidrasi pada saat demam tinggi. Apa lagi kondisi anak dimana memang pada masa-masa anak belum bisa merawat dirinya sendiri dengan mencukupi cairan yang masuk kedalam tubuhnya dengan minum air sendiri atau si anak belum mampu memberi tahu orangtuanya kapan ia harus minus untuk memenuhi cairan dalam tubuhnya.

Dalam hal ini, sebagai orang tua, harus memperhatikan anaknya dengan memberikan cairan yang cukup. Cairan bukan hanya Cairan air putih, lengkapi juga dengan cairan yang memberi kekuatan pada tubuh seperti minuman elektrolit, jus buah, maupun susu.

Untuk meredakan demam pada anak juga bisa lakukan kompres dengan air atau handuk hangat, agar anak lebih nyaman.

Cegah dan Obati
Karena kita tahu daerah kita adalah daerah tropis yang merupakan daerah habitat nyamuk aedes berada yang memungkinkan dapat menyerang orang disekitarnya. Alangkah baiknya, kita dapat mencegah terjadinya demam berarah tersebut.

Langkah yang dapat diambil adalah denga melakukan pemberantasan Sarang nyamuk dan tindakan 3M plus, juga sebagai antisipasi lain seperti yang di canangkan oleh pemerintah yaitu lengkapi diri dengan Vaksinasi Dangue.

Bila Demam berdarah tidak dapat dihindari, segeralah lakukan pemeriksaan dan pengobatan lanjutan seperti rawat inap di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close