10+ Bahan dan Cara Herbal Alami Mengobati Difteri yang tepat

Penyakit Difteri pernah ada dan menghilang kemudain muncul kembali bahkan menjadi sebuah penyakit yang mewabah dengan ketetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia sekitar tahun 2017 lalu. 

Penyakit Difteri yang disebabkan oleh bakteri Corrynebacterium difteriae dan merupakan penyakit menular ini dalam gejalanya sering menjadikan orang binggung karena gejala yang timbul memiliki kesamaan atau mirip dengan penyakit lain, seperti amandel, dan radang tenggorokan, sehingga kita tidak bisa terlena karenanya. Dan mungkin kita baiknya mengetahui perbedaan penyakit tersebut dengan penyakit lain tersebut.

Penyakit difteri bisa menyerang siapa saja baik anak maupun dewasa. Dalam banyak kasus yang ada penyakit ini terjadi pada orang-orang atau anak yang tidak memiliki riwayat imunisasi yang lengkap.

Pencegahan dan Pengobatan haruslah perlu dilakukan agar penyakit ini tidak mudah menular dan terjadi didalam masyarakat kita. Pencehagan dapat dilakukan dengan jalan vaksinasi sejak dini dengan beberapa tahap yang harus dilalui.

Jikalaupun sudah telanjur menderita difteri, pengobatan harus segera dilakukan dengan berkonsultasi ke dokter secepatnya untuk mendapatkan pertolongan.

Meskipun demikian, sebagian orang ada yang selalu berharap mendapatkan pengobatan alternatif untuk melengkapi pengobatan medis yang dilakukan.

Daun Mimba
Berikut ada beberapa cara alami dan bahan yang dapat dilakukan di rumah untuk sedikit banyak membantu penyembuhan penyakit difteri yang menyerang.

1. Daun Mimba / Intaran / Mindi
Daun mimba atau intaran atau Daun Mindi yang memiliki rasa pahit disebut sebagai bahan utama untuk mengatasi penyakit difteri. Daun mimba dapat menjadikan sistem kekebalan tubuh menjadi lebih baik.

Daun mimba dapat menjadi antioksidan, anti kanker, serta anti mikroba yang dapat menurunkan pertumbuhan mikroorganisme pada rongga mulut.

Daun mimba juga mengandung senyawa bioaktif yang disebut dengan alkaloid, steroid, dan flavonoid, dan tanin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

2. Buah Pinang dan Madu
Percampuran buah pinang dan Madu bisa dijadikan ramuan pendamping untuk pengobatan difteri yang terjadi.

Satu buah pinang dapat ditumbuk atau dihaluskan lalu diseduh dengan air hangat dan dicampur dengan beberapa sendok madu. Lalu air ramuan tersebut dapat untuk berkumur, dan sesekkali bisa di telan.

3. Temulawak dan Madu
Madu sebagai bahan manis yang dihasilkan oleh lebah dipercaya mempunyai khasiat membantu proses penyembuhan penyakit difteri. Dengan proses percampuran dengan temulawak yang juga memiliki kandungan seperti atsiri, mineral, seskuiterpen d-kamper, Kurkumin, P-toluilmetilkarbinol, Kurkuminoid, Magnesium, Natrium, besi, Kadmium, dan Mangan, serta sebagai anti oksidan dalam tubuh dapat semakin menguatkan proses pendamping penyembuhan penyakit difteri.

4. Getah Pepaya dan Air Hangat
Getah pepaya dengan kandungan 50 Asam amino didalamnya dipercaya dapat mengatasi radang, antitumor, anti-virus dan juga anti-kanker.

Walaupun getah pada umumnya memiliki sifat lengket, namun getah pepaya dengan seduhan air hangat dapat sedikit mengurangi sifat lengketnya tersebut yang selanjutnya dapat digunakan untuk membantu proses penyembuhan pada penyakit difteri.

5. Jeruk Nipis dan Bunga rosela
Jeruk nipis yang pada umumnya memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, jika di kolaborasikan dengan bunga rosela (air teh rosela) yang memiliki efek Kemopreventatif  dengan sifat anti inflamasinya, ternyata diyakini memiliki kasiat untuk membatu proses penyembuhan difteri sebagai antitoksin untuk menghilangkan racun dari bakteri Corynebacterium diphteriae.

6. Buah Mengkudu atau Buah Noni
Buah Noni yang disebuat juga sebagai buah Mengkudu atau Pace memiliki bau dan rasa kurang sedang. Walaupun demikian Buah Pace atau Mengkudu meiliki kandungan antitoksin xeronine dan flavonoid yang efektif sebagai peluruh atau penghilang racun yang ada menumpuk di dalam darah.

Selain kandungan tersebut kandungan yang lain seperti Kandungan scolopetin dan terpenoid dapat membantu mengatasi peradangan atau memulihkan sel pada tenggorokan akibat difteri. 

7. Bawang Putih
Bawang putih yang biasa menjadi bumbu dapur yang amat sering digunakan ternyata memiliki peranan dalam membantu proses penyembuhan penyakit difteri. 

Bawang putih dengan kandungan minyak atsirinya berfungsi sebagai anti bakteri dan anti radang. Kandungan organusulfida yang terdapat didalamnya juga bisa menghilangkan membran kelabu pada tenggorokan akibat difteri, serta kandungan saltivine dapat membantu memperbaiki sel yang rusak.

8. Kunyit
Kunyit yang merupakan salah satu bumbu dapur yang sering digunakan, dengan kandungan curcumin dengan sifat anti inflamasinya yang lebih kuat dibandingkan dengan minyak atsiri yang terdapat pda bawang merah dan temulawak yang berfungsi sebagai agen farmakologis utama diyakini juga dapat membantu proses penyembuahan secar alami yang terjadi pada penderita difteri.

Selain delapan bahan tersebut, terdapat bahan makan alami, sayur dan buah yang biasa dikonsumsi sehari-hari dapat juga membantu proses penguat daya tahan tubuh dalam proses penyembuah difteri seperti:

1. Mengkonsumsi sayur brokoli
2. Mengkonsumsi sayur bayam
3. Mengkonsumsi buah atau jus Alpukat

Benarkah Cara Alami di atas dapat Menyembuhkan Penyakit Difteri?

Dari semua bahan alami yang disebutkan di atas, secara medis sampai saat ini belum ada penelitian yang menyimpulkan bahan-bahan tersebut dapat menyembauhkan sebagai obat yang sangat ampuh untuk menyembuhkan penyakit difteri.

Namun disisi positifnya, dengan kandungan-kandungan yang ada pada ramuan obat-obat alami tersebut secara umum dapat membantu imun atau daya tahan tubuh  atau sistem kekebalan tubuh lebih kuat dalam melawan bakteri, virus yang menyerang tubuh kita.  Dengan begitu, maka proses penyembuhan dapat terbantu oleh bahan-bahan alami tersebut. Atau dengan kata lain obat herbal tersebut sebagai pendamping dalam penyembuahn medis yang dilakukan.

Popular posts from this blog

Jadwal Praktek Dokter RS Hermina Tangkubanprahu Malang

Update 2019! Jadwal Praktek Dokter RS Hermina Palembang-Bag. 1

Jadwal Praktek Dokter RS Persada Malang