Penyakit Malaria: Jenis, Gejala, Pencegahan dan Pengobatannya

Daerah tropis, seperti daerah Asia khususnya Indonesia adalah tempat di mana banyak penyakit yang muncul diakibatkan oleh nyamuk.

Penyakit yang disebabkan nyamuk selain demam berdarah yang tidak kalah pentingnya untuk segera ditangani adalah penyakit malaria.

Penyakit malaria selain menyerang wilayah tropis seperti di Indoneisa, ternyata juga pernah menyerang daerah lain seperti daerah afrika yang ternyata malah penyumbang dengan penyebab kematian malaria tertinggi di dunia.

Menurut laporan WHO, secara global, Nigeria adalah negara yang paling banyak menyumbang kematian akibat malaria yakni sebanyak 24 persen, yang kemudian disusul Republik Demokratik Kongo (20 persen) dan Burkina Faso (11 persen).

Untuk daerah Indonesia sendiri walaupun tidak menjadi bagian dalam penyakit yang menyebabkan kematian tinggdi di dunia, namun ternyata Indonesia memiliki daerah paling rawan terhadap terjangkit ini yaitu daerah timur Indonesia.

Dari 514 kabupaten yang ada di Indonesia, 266 kabupaten dinyatakan bebas malaria dengan prosentase 52 %.

Dan selebihnya sebesar 7 persen (37 kabupaten) berstatus endemis menengah dan 8 persen yaitu sekitar 39 kabupaten/kota berstatus endemis tinggi.

Untuk wilayah dengan status endemis tinggi terdapat pada wilayah Papua, Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Dari beberapa fakta yang ada, penyakit malaria ini ternyata dapat membuat keluarga dan komunitas berada dalam lingkaran kemsikinan, semakin membuat orang termarjinalkan apalagi bagi mereka yang sulit mengakses fasilitas kesehatan.

Penyakit Malaria tak hanya penyakit yang menggerogoti tubuh, ia juga 'memakan' biaya besar.



Penyebab Penyakit Malaria - Plasmodium Anopheles

Malaria adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Anopheles yang di dalamnya terdapat atau membawa sebuah parasit dari spesies Plasmodium.

Parasit plasmodioum tersebut akan berkembang dalam tubuh nyamuk anopheles betina tergantung dari kondisi nyamuk tersebut, seperti faktor kelembaban dan suhu nyamuk.

Parasit-parasit jenis plasmodium tersebut sebenarnya terdiri dari ratusan jenis, namun hanya ada beberapa jenis saja yang dapat menginfeksi manusia yaitu sekitar 5 plasmodium yaitu:

1. Plasmodium falciparum
Untuk jenis parasit malaria P. Falciparum ini sudah menyebar diseluruh dunia, namun kebanyakan berkembang didaerah Afrika.

Dalam proses penyerangannya jenis malaria ini dapat terjadi dengan cepat menjadi sebuah malaria yang berat, seperti halnya dapat menyerang otak., serta menjadikon komplikasi yang parah.


2. Plasmodium vivax
Jenis Plasmodium ini berada di daerah Amerika Latin, Afrika, dan Asia, namun yang terbanyak adalah di Asia.

Plasmosium ini bisa aktif  di dalam hati yang dapat mengaktifkan dan menyerang darah setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun ataupun menjadi kambuk kembali.

3. Plasmodium ovale
Jenis plasmodium ini bayak terdapat di daerah Afrika Barat. Secara biologis dan morfologi sangat mirip dengan P. vivax.

Jenis ini mampu menyerang golongan darah Duffy negatif, yang merupakan golongan pada mayoritas penduduk sub-Sahara Afrika.

4. Plasmodium Malariae 
Plasmodium jenis ini menyebar di seluruh dunia. P. Malariae adalah satu-satunya parasit malaria yang aktif setiap 3 hari.

Jika penyakit Malaria ini tidak segera diobati , maka bisa menyebabkan infeksi kronis yang dapat bertahan seumur hidup.

5. Plasmodium Knowlesi
Jenis Plasmidium ini menyebar di daerah di Asia Tenggara termasuk didalamnya adalah daerah Indonesia, Malaysia dan filipina.

P- knowlesi memiliki siklus 24 jam sehingga secara otomatis perkembangbiakan plasmodium ini akan terjadi sangat cepat.

Dari ke 5 jenis Plasmodium di atas, untuk jenis P. falciparum dapat hidup di daerah tropis maupun subtropis serta menyebabkan komplikasi paling parah. sedangkan untuk jenis P. vivax, P. malariae, serta P. ovale dapat disembuhkan dalam hitungan bulan, serta P. knowlesi kemungkinan dapat tinggal dalam hati sehingga memerlukan perawatan lebih lanjut untuk mencegah kambuh

Nyamuk Anopheles dalam menularkan plasmodium ke dalam tubuh manusia yaitu dengan cara menggigit jaringan kulit kita.

Dengan tergigitnya seseorang oleh nyamuk Anopheles, parasit penyebab malaria yang dibawa tersebut akan memasuki aliran darah dan akhirnya aktif di organ hati manusia

Dengan aktifnya parasit tersebut didalam hati, maka akan membentuk parasit baru yang kemudian dilepaskan kembali kedalam sel darah merah dan terus berkembang biak.

Parasit dari Nyamuk Anopheles ini dapat berkembang biak cepat membentuk parasit baru atau jumlah parasit akan terus bertambah setelah berada dalam tubuh manusia dengan selang waktu sekitar 48-72 jam.

Dan pada kurun waktu 5-30 hari selanjutnya setelah tergigit, manusia yang tergigit akan mulai menunjukkan gejala yang disebut sebagai masa inkubasi penyakit malaria. Setiap jenis Parasit plasmodium memiliki masa yang berbeda untuk menunjukkan gejalanya.

Untuk beberepa jenis parasit malaria yang sudah aktif didalam hati, ternyata tidak seluruhnya dilepaskan dalam satu waktu, melainkan masih mengedap, untuk dilepaskan pada waktu yang lain.

Pada waktu pelepasan berikutnya, maka akan timbul sebuah penyakit yang kambuh dari penyakit malaria yang pernyah menyeang sebelumnya. Peristiwa kambuhnya penyakit malaria ini sering disebut dengan istilah relaps.


Gejala yang menunjukkan seseorang terserang penyakit Malaria.

Masa inkubasi penyakit malaria biasanya memiliki waktu 5 sampai 30 hari setelah parasit tersebut berada dalam tubuh manusia untuk menunjukkan gejala yang ada.

Waktu tersebut akan berbeda pada setiap parasit plamodium menjadi penyebab malaria tersebut.

Dengan mengetahui gejala yang dialami, diharapkan seseorang bisa mengantisipasi dalam memberikan penangan dan pengobatan yang tepat.

Beberapa gejala umum yang bisa terlihat jika seseorang terkena penyakit Malaria adalah
  • Demam dan menggigil sedang hingga berat
  • Banyak berkeringat
  • Sakit kepala
  • Muntah, mual
  • Diare
  • Anemia
  • Nyeri otot
  • Kejang
  • Gangguan pernapasan
  • Perdarahan abnormal, seperti anemia
  • Buang air besar berdarah
  • bahkan bisa menyebabkan gangguan kesadaran hingga koma
Dari gejala-gejala umum yang timbul diatas, dapat dibedakan dalam 2 kategori

1. Malaria Ringan
Malaria ringan merupakan malaria tanpa komplikasi. Hal ini dapat ditunjukan sebagai penyakit malaria jika gejala-gejala yang timbul tidak sampai merusak fungsi organ vital manusia.

Walaupun ini disebut sebagai gejala ringan, namun jika tidak segera ditangani atau tubuh penderita tidak memiliki daya tahan yang kuat, maka biasanya akan berubah menjadi gejala malaria Berat,

Gejala dan tanda malaria ringan yang terjadi selama 6 sampai 10 jam tersebut kadang sering mengecoh seseorang untuk menentukan apakah hal tersebut memang benar-benar sakit malaria atau bukan. 

Hal tersebut bisa menjadi rumit karena gejala yang timbul hampir mirip dengan penyakit flu, bahkan karana kerumitan tersebut, kadang bisa menimbulkan keselahan terhadap diagnosis yang di tegakkan.

Gejala-gejala tersebut seperti:
  • Tubuh merasakan sensasi dingin dan menggigil
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Kejang, biasanya terjadi pada penderita malaria di usia muda
  • Tubuh berkeringat diiringi dengan kelelahan
  • Nyeri pada tubuh

2. Malaria Berat
Gejala malaria dengan kategori malaria berat bisa terlihat jika sudah terjadi sebuah kerusakan fungsi organ vital manusia.

Untuk mengetahui kerusakan fungsi organ vital tersebut, biasanya tindakan yang dilakukan adalah dengan adanya bukti klinik dan tes hasil laboratorium terlihat.

Selain gejala dengan hasil tes yang ada tadi, gejala lain yang dapat menyertainya adalah:
  • Demam tinggi diiringi dengan menggigil hebat
  • Mengalami gangguan kesadaran
  • Mengalami kejang
  • Adanya gangguan pernapasan
  • Munculnya anemia berat
  • Gagal ginjal
  • Kolaps kardiovaskular
  • Kadar gula darah rendah - ini sering terjadi pada wanita hamil.
Dengan mengetahui gejala-gejala yang mengarah pada penyakit malaria, seorang dokter atau tenaga kesehatan lainnya, dalam menegakkan sebuah diagnosis bisasanya melakukan pemeriksaan parasitologi dengan mikroskop atau tes diagnostik cepat (RDT/rapid diagnostic test) seperti yang dianjurkan oleh WHO (World Health Organizatioan)

Bisa saja gejala yang lain timbul tidak tercantum dalam gejala di atas. Namun bila anda merasa cemas akan gejala lain yang dialami, silahkan saja berkonsultasi kepada ahlinya dokter yang ada di daerah anda.

Pengobatan Penyakit Malaria

Jika terlihat gejala-gejala seperti disebutkan di atas, segeralah pergi fasilitas kesehatan yang tersedia di daerah anda

atau sesegera mungkin datang ke dokter untuk memastikan gejala tersebut memang benar penyakit malaria dan mendapatkan pertolongan secepatnya.

terlebih jika tanda atau gejala tersebut terlihat pada bayi atau anak-anak yang masih kecil, juga pada ibu-ibu yang sedang hamil.

Pada kasus ibu hamil, penyakit malaria dapat menjadi pemicu aborsi spontan, kelahiran prematur, keguguran dan anemia.

karena itulah kelompok ini memiliki resiko yang paling tinggi akan bahaya yang disebabkan malaria tersebut.

Dalam cara kerja pengobatan malaria ini adalah menghilangkan parasit Plasmodium dari aliran darah pasien. Selain pasien bisa menjadi sembuh,  resiko penularannya pun dapat berkurang.

Terapi yang dianjurkan oleh WHO biasanya dengan Terapi kombinasi artemisinin (ACT).

Artemisinin berasal dari tanaman Artemisia annua, dan dikenal karena kemampuannya untuk mengurangi jumlah parasit Plasmodium dalam aliran darah dengan cepat

Artemisinin dikombinasikan dengan obat lainnya untuk menuntaskan parasit yang ada dalam darah kita.

Pada tiga hari pertama, artemisinin berkerja efektif menghilangkan parasit plasmodium dalam darah.

Pada hari berikutnya, diteruskan dengan obat pendamping atau kombinasinya untuk menuntaskan atau menghilangkan parasit yang masih tersisa.

Semua terapi yang ada, sebaiknya diserahkan kepada dokter sebagai ahlinya.

Dan biarkan tubuh anda disembuhkan dengan perawatan yang efektif dengan melakukan rawat inap untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Pencegahan Penyalit Malaria

Untuk mencegah terjadinya malaria, kita bisa lakukan dari diri kita dan lingkungan kita.

Sebuah perubahan gaya hidup dan kepedulian terhadap lingkungan akan membantu dalam mengatasi masalah penyakit malaria.

Tindakan apa yang harus kita lakukan untuk dapat melakukan pencegahan terhadap malaria?

  • menghilangkan nyamuk dari ruangan, dengan menyemprotkan insektisida pad dinding ruangan.
  • tentunya jada lingkungan dan ruangan dalam keadaan bersih, kering dan higienis
  • Menghindari gigitan nyamuk anopheles dengan tidur dalam kelambu
  • dianjurkan untuk memakai pakaian baik baju berlengan panjang serta celana panjang atau pakaian tertutup. terlebih jika masa itu sedang terjadi wabah malaria
  • bersihkan dari genangan-genangan air yang disukai nyamuk

Selain beberapa tindakan diatas, ternyata terdapat sebuah tanaman yang berfungsi mengusir nyamuk dari lingkungan rumah kita, yaitu tumbuhan sereh.

Caramya anda bisa tanam tumbuhan sereh di sekeliling rumah, juga bisa ditempatkan di atas meja atau di sudut rumah lainnya


Dari semua penjelasan diatas, jika anda masih memiliki pertanyaan, silahkan konsultasikan dengan dokter yang diharapkan anan menjadi pilihan solusi terbaik bagi anda dan kelaurga anda.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close